Isnin, 6 Jun 2011

STUDI KASUS (KESURUPAN )

BAB 1-PERMASALAHAN
Kesurupan Massal di Pabrik Bintang Bola Dunia, Malang.

Pabrik Bintang Bola Dunia adalah salah satu dari banyak pabrik rokok di kota Malang dan memproduksi rokok dengan merek Sapu Jagat Raya. Pabrik ini dijalankan di bawah manajemen PT Bentoel dan terletak di Jalan Ichwan Ridwan Rais No.47. Pabrik ini mempunyai karyawan sebanyak 1,000 orang dan semua buruh adalah buruh perempuan berumur mulai delapan belas sampai lima puluh tahun.
Peristiwa kesurupan massal terjadi pada hari kamis tanggal 17 April 2008. Mesikun demikian, menurut saksi mata Pak Suryono, seorang tukang parkir untuk pabrik, sebelum kesurupan massal tersebut terjadi, ada beberapa kasus kesurupan yang lebih kecil. Ketika mewawancari Pak Suryono, dia mengatakan bahwa selama satu minggu, tiga sampai lima buruh mengalami kesurupan setiap hari.
Buruh-buruh ini yang mengalami kesurupan berasal dari bagian Sigaret Kretek Tangan (SKT). Buruh-buruh yang kesurupan ini berkelahi satu sama lain dan menjerit-jerit. Kemudian pemimpin pabrik mengundang istigosah untuk mengeluarkan mahluk halus dan membebaskan buruh-buruh dari keadaan kesurupan. Beberapa Kyai dan orang Islam diundang untuk membaca ayat-ayat Al Qur.an.

Satu minggu sesudah peristiwa-peristiwa ini, kira-kira lima puluh buruh mengalami kesurupan massal pada tanggal 17 April sehingga seluruh aktivitas produksi rokok harus dihentikan untuk satu hari. Perisitiwa ini mirip dengan kasus kesurupan sebelumnya, tetapi lebih besar. Menurut Ibu Yuni (salah satu orang yang bekerja di warung es degan di luar pabrik), peristiwa kesurupan massal mulai sekitar jam 09.00 WIB. Pertama ada satu orang buruh saja yang mengalami kesurupan, kemudian menular pada kira-kira lima puluh orang buruh lainnya. Satu persatu orang berteriak histeris, menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas, kejang-kejang, menari seperti pemain kuda lumping dan langsung pingsan. Ibu Yuni mengatakan bahwa, kali ini, manajemen dan pemimpinan pabrik tidak mengundang istigosah untuk mengeluarkan jin atau mahluk halus.
Meskipun demikian tim medis di klinik Bentoel datang ke pabrik dan banyak buruh dibawah langsung ke rumah sakit. Buruh yang sudah sembuh di pabrik diminta pulang ke rumah mereka pada hari itu juga. Rupanya, menurut Pak Suryono, banyak buruh merasa sangat lemah sehingga mereka tidak mampu berjalan kaki dan oleh karena itu harus diangkat dari pabrik ke sepeda motornya masing-masing.

Bab 2 – Pembahasan
Konsep kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai pikiran, perasaan, dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan) pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya (Walker: 1973, 4). Hasilnya adalah mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. Orang mengalami kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai jiwanya. Oleh karena itu, tingkah laku seseorang yang kesurupan akan dikuasai oleh mahluk halus. Hampir pada setiap kasus kesurupan, seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ingat bahwa dia kesurupan (Wallace: 2001, 14).
Konsep kesurupan telah ada selama beribu-ribu tahun yang lalu, di seluruh penjuru dunia. Kasus kesurupan terjadi pada orang Eskimo di Kutub Utara maupun orang Nguni Bantu di Afrika Selatan (Walker: 1973, 1). Bentuk dan interpretasi kesurupan merubah-rubah dari kebudayan yang satu ke kebudayaan yang lain. Kesurupan adalah fenomena yang dapat ditemukan dalam banyak agama dan di berbagai masyarakat di seluruh dunia. Dalam tradisi agama dan dongeng, seseorang yang dikuasai oleh mahluk halus kelakuannya akan menjadi tidak normal dan kepribadiannya akan berubah. Meskipun demikian, kesurupan bisa disebabkan oleh bermacam-macam unsur seperti narkotika, stres, dan hipnose (Walker: 1973, 4). Gejala-gejalanya adalah badan ringan, berteriak histeris, menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas, kejang-kejang pingsan, muka datar, bibir pucat, sering menutup mata dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis, atau perubahan lain. Orang yang kesurupan merasa sepertinya badannya
Gejala kemasukan setan kerap terjadi ketika seseorang, berada pada tempat dan waktu yang salah. Biasanya seseorang yang kemasukan setan tersebut pikirannya dalam keadaan kosong , kondisi tubuhnya sedang lelah serta iman yang kurang kuat.Keadaan ini akan dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh kekuatan gaib yang biasanya tidak dapat terkendali oleh orang yang kesurupan itu. Pada umumnya orang yang kemasukan setan memiliki prilaku aneh dengan ciri-ciri seperti dibawah ini:

- Tatapan mata tajam, kosong lurus kedepan.
- Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi.
- Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal.
- Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya.
- Dan pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu yang tak lazim seperti terbang, melempar orang yang ada disekitarnya dengan sekali gerakan tangan dan lain sebagainya.
- Biasanya mereka mengeluarkan buih (busa) dari mulutnya dengan mata mendelik hingga terlihat putihnya saja





Apakah kesurupan bisa direkayasa?

Kemungkinan untuk direkayasa bisa, tapi bukan dari orang yang kerasukan itu sendiri. Biasanya dilakukan oleh pihak luar (orang lain dengan maksud negatif) dan itu bisa dilakukan oleh seorang ahli dengan menggunakan kekuatan gaib (mistik). Sebutan untuk ‘orang ahli’ ini biasa disebut “dukun santet”.

Apakah kesurupan bisa diobati?

Hampir semua orang yang kesurupan bisa diobati, orang yang bisa mengobati biasanya disebut “orang pintar” seperti guru agama, atau orang yang memiliki kekuatan gaib tapi digunakan untuk kebaikan bukan “dukun santet” yang cenderung untuk kejahatan.


Kenapa mahluk halus masuk ke tubuh manusia? Apa tujuannya?


Banyak alasan kenapa mahluk halus merasuki tubuh manusia. Biasanya mahluk gaib tersebut akan merasuk ketubuh manusia jika lingkungan atau tempat tinggalnya di usik oleh mahluk lain baik manusia atau binatang. Sebutan untuk mahluk gaib yang mendiami suatu tempat adalah “penunggu”. Tujuannya hanya sekedar mengingatkan bahwa tingkah laku orang yang di rasuki oleh penunggu tempat, dianggap telah mengusik ketenangannya. Ada juga yang ingin sekedar menyampaikan suatu pesan yang tidak sempat ia ungkapkan ketika masih hidup di dunia, yang kerap disebut arwah gentayangan.












Bab 3- Analisis Data
Berbagai Alasan Atas Kesurupan Massal Di Pabrik Bintang Bola Dunia

Sejumlah orang yang diwawancari mempunyai bermacam-macam pendapat
mengenai mengapa buruh-buruh tersebut kesurupan. Kemungkinan alasan-alasan
ini adalah sebagai berikut:

1. Menurut pendapat pak Suryono, buruh-buruh di pabrik Bintang Bola Dunia kesurupan karena jam bekerja mereka terlalu banyak pada setiap harinya dan oleh karena itu semakin bekerja semakin stres. Sebelum peristiwa kesurupan massal yang besar, buruh-buruh mulai bekerja jam setengah enam pagi sampai jam lima sore setiap hari, dari hari senin sampai hari minggu.
Banyak buruh tinggal di luar Malang dan sering tidak tiba di rumah sampai jam tujuh malam. Banyak buruh mempunyai keluarga yang juga harus dipelihara. Akhirnya, buruh-buruh ini merasa stres dan tertekan.
2. Menurut Ibu Yuni dari warung di luar pabrik, banyak buruh bercerita kepada dia bahwa ada masalah rumah tangga. Ibu Yuni merasa ragu-ragu untuk mengatakan banyak tentang topik ini karena hal ini merupakan informasi pribadi. Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa banyak buruh bertengkar dengan suami mereka, sering tentang persoalan keluarga, uang dan pekerjaan. Ibu Yuni berpendapat bahwa buruh-buruh kesurupan karena mereka tidak senang dengan kehidupan di rumah yang tidak harmonis. Dengan mengalami kesurupan, buruh-buruh bisa mengungkapkan diri mereka dan melarikan diri dari kehidupan sehari-hari.
3. Akhirnya, menurut manajemen PT. Bentoel tidak ada kasus kesurupan tetapi kasus kepanikan. Ini karena banyak buruh panik sesudah ada gempa pada pagi hari itu. Selanjutnya karena kepanikan tersebut buruh-buruh menjadi pingsan. Oleh karena itu manajemen langsung menghentikan operasional pabrik khusus pada hari itu.
Teori Yang Digunakan :

Dalam kajian psikologi ada dua perspektif yang dapat digunakan untuk melihat kasus kesurupan yaitu kajian psikoanalisa dan psikologi transpersonal. Salah seorang pakar dalam psikoanalisa adalah Carl Bustav Jung.


a. Ketidaksadaran dalam pandangan Jung

C.G. Jung (Swis, 1875-1961) adalah tokoh yang paling penting untuk psikoanalisis (psikologi dalam) di samping Sigmund Freud dan Alfred Adler. Psikologi dalam (depth psychology) menemukan ketegangan antara hidup sadar dan tidak sadar dan menganalisa “ketidaksadaran” sebagai suatu lapisan psikologi manusia (di samping pikiran yang disadarinya) yang mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Ketidaksadaran itu muncul misalnya dalam mimpi-mimpi atau juga dalam mitos-mitos dan gambar-gambar religius.

Menurut C.G. Jung, ketidaksadaran punya dua lapisan, yaitu ketidaksadaran individual yang isinya dibentuk oleh pengalaman-pengalaman pribadi yang digeserkan ke bawah sadar, dan ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness) yang isinya merupakan warisan yang dimiliki semua manusia sebagai bagian dari kodratnya. Kedikaksadaran adalah “segala endapan pengalaman nenek moyang yang diturunkan sejak berjuta tahun yang tak dapat disebut yang sepenuhnya mengendalikan, gema peristiwa dari dunia prasejarah, yang oleh zaman selanjutnya ditambah sedikit demi sedikit penganekaragaman dan pembedaan-pembedaan”. Adanya ketidaksadaran itu bisa menjelaskan kenyataan bahwa baik dalam mimpi-mimpi individual maupun dalam budaya-budaya dan agama-agama yang berbeda, muncul motif-motif yang sama tanpa adanya hubungan tradisi satu sama lain atau diakibatkan oleh pengalaman konkret.

Ketidaksadaran adalah tempat dimana agama dan simbol-simbol religius berakar. Jadi, ketidaksadaran bukan hanya dasar kemampuan manusia untuk mengembangkan agama dan simbol-simbol religius dan “pintu masuk” yang membuka lubuk jiwa manusia untuk pengalaman religius, tetapi juga menyediakan materi-materi untuk gagasan-gagasan keagamaan.
Materi yang disediakan oleh ketidaksadaran untuk proses itu, oleh C. G. Jung disebut “arketipe”, yaitu “gambaran arkais, kuno dan universal, yang sudah ada sejak zaman yang amat silam. Dalam kata Jung, arketipe ‘merupakan bentuk atau gambaran yang bersifat kolektif yang terjadi praktis di seluruh bumi sebagai unsur kisah suci dan dalam waktu yang sama merupakan hasil asli dan individual yang asal-usulnya tidak disadari’. Arketipe itu secara laten tersembunyi dalam semua orang dan akan diberi ungkapan simbolis menurut situasi historis di mana orang itu tercakup. Konsep arketipe itu mengambil bentuk simbolis dalam berbagai ungkapan religius, dan menggambarkan solidaritas terdalam antara berbagai tradisi keagamaan umat manusia”. Jadi, simbol-simbol dasar dari agama-agama (misalnya: Tuhan, ayah/ibu, simbol-simbol untuk keberadaan transenden dan keseluruhan/keesan dll.) sudah berada di dalam ketidaksadaran setiap individu, mereka merupakan ide-ide yang pra-sadar dan primordial, dan merupakan dasar untuk pengalaman-pengalaman religius yang langsung.

Beberapa Cara menangani kasus kesurupan;
1. Isolasi sesegera mungkin buruh yang terkena kesurupan
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3. Tenangkan buruh yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul,
4. Kalau membaca Qur’an bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada pelan sehingga akan menenangkan si sakit, kalau dibaca dengan menghentak hentak buruh yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Dalam hal ini kita harus bijak dalam mendudukkan al quran jangan melecehkan quran dengan menggunakannya yang bukan pada tempatnya, gunakan quran sebagai petunjuk hidup bukan sebagai alat pengusiran jin.
5. Tempatkan si buruh di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik
6. Jika keadaan semakin tidak terkendali, jangan memanggil paranormal, atau memanggil dukun dan sejenisnya. Namun panggilah dokter untuk memberikan obat penenang kepada si buruh, dan jika sudah dampingi buruh dengan orang terdekatnya

BAB 4 – PENUTUP
Bagaimana Mencegahnya Agar Tidak Kesurupan?

Yang paling tepat untuk mencegahnya;
1. Jangan biarkan diri Anda dalam keadaan kosong (melamun)
2. Hindari tempat-tempat yang bisa dikatakan angker.
3. Jangan mempunyai kebiasaan berbicara atau teriak-teriak sembarangan. Lihat tempat dan waktu ketika anda berbicara atau berteriak-teriak (ketawa keras/ngakak).
4. Jangan menantang alam (seperti gunung, laut, hutan dsb) atau roh halus. Jangan sesumbar.
5. Dekatkan selalu diri Anda kepada Tuhan YMK.

Peran Agama Islam Merupakan Peran Penting Dalam Bidang Kesurupan.
Ini karena ada unsur agama Islam dalam bermacam tingkatan kesurupan, misalnya dari awal kesurupan sampai berhentinya kesurupan. Agama Islam menjelaskan alasan-alasan untuk kesurupan, yaitu ketika orang dimasuki oleh jin dan mahluk halusjahat, yang oleh agama Islam telah diperingatkan dalam Al Qur.an. Lagi pula,menurut agama Islam, orang Islam yang tidak saleh, lebih mudah kena kesurupan karena jiwanya tidak kuat dan moralnya lemah.

Selain menyediakan penjelasan tentang kesurupan, agama Islam merupakan alat yang digunakan untuk menghentikan proses kesurupan. Dalam studi kasus ini sama-sama mempunyai solusi berkenaan dengan agama Islam untuk menghentikan kesurupan. Solusinya biasanya adalah orang alim atau orang yang tahu dunia spiritual menggunakan kekuatannya untuk mengeluarkan mahluk halus dari badan orang yang kesurupan. Orang ketiga ini sangat penting pada proses kesurupan, dan setiap kasus yang diteliti untuk laporan ini, selalu ada orang ketiga. Dalam penelitian ini ada pengecualian ketidakhadiran orang ketiga, yaitu pada kasus kesurupan massal di pabrik rokok Bintang Bola Dunia, orang yang kesurupan dibawa ke rumak sakit.

Tugas Mandiri : Muhammad Zubair Bin Samsidi/BPI/kes Men II
Sumber : 1) http://kumel.blog.friendster.com/2009/06/analisa-kesurupan/
2)http://efrizalmalalak.blogspot.com/2010/10/kesurupan-dalam-tinjauan-agama.html
3)http://itha.wordpress.com/2007/08/16/fenomena-kesurupan-sebagai-suatu-bentuk-histeria/
4)http://www.puisiromantis.tk/2010/11/mengetahui-gejala-kesurupan.html

Tiada ulasan:

Catat Ulasan