Isnin, 6 Jun 2011

histeria ( kesurupan )

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Fenomena kesurupan atau possesion belakang ini marak diperbincangkan dalam berbagai media, khususnya kasus kesurupan masal yang terjadi di berbagai daerah dan sering menimpa para pelajar sekolah,. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang mengalami semacam trance atau kesurupan tanpa disadari, di mana fenomena kesurupan sering kali dan bahkan selalu dikaitkan dengan adanya gangguan dari roh-roh halus yang mengambil alih tubuh korban selama beberapa waktu dan membuat korban tidak sadar akan apa yang ia perbuat. Tentunya paham seperti ini merupakan paham tradisional yang ada, diturunkan dan berkembang dalam masyarakat kita. Kesurupan individual yang terjadi muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang dirasakan oleh individu sebelum proses kesurupan itu terjadi. . Kesurupan, menurut ahli jiwa ini adalah gejala gangguan jiwa yang disebut folie a deux, yaitu gejala gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti orang lain. Mereka kehilangan kepribadian yang asli. Yang muncul kepribadian yang lain. Jika pernah mendengar dan melihat sesuatu, kemudian masuk dalam alam bawah sadarnya, saat kepribadian dia rapuh, muncul kepribadian lain itu. Sementara dari psikologi, kesurupan sendiri sebenarnya telah menjadi kajian psikologi klinis, terutama psikologi abnormal. Kesurupan dalam perspektif psikologi dikenal dengan istilah trans dissosiatif dan trans possession disosiatif. Trans dissosiatif adalah perubahan dalam kesadaran yang bersifat temporer atau hilangnya perasaan identitas diri tanpa kemunculan identitas baru. Sedang trans possession dissosiatif adalah perubahan dalam kesadaran yang dikarakteristikkan dengan penggantian identitas personal yang selama ini ada dengan identitas yang baru.
Berdasarkan jenis kelamin, perempuan mempunyai risiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki. Hal ini terbukti dari kasus-kasus yang terjadi sebagian besar adalah perempuan. Hal ini mungkin karena perempuan lebih sugestible atau lebih mudah dipengaruhi dibandingkan laki-laki.
Mereka yang memunyai kepribadian histerikal yang salah satu cirinya sugestible lebih berisiko untuk kesurupan atau juga menjadi korban kejahatan hipnotis. Berdasarkan usia, sebagian besar korban kesurupan berusia remaja dan dewasa muda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mereka yang berisiko untuk kesurupan adalah perempuan usia remaja atau dewasa muda yang mudah dipengaruhi. Selain itu, wanita lebih labil ketimbang pria dan terjadi perubahan dalam jiwanya. Banyak hal bisa menjadi penyebabnya. Antara lain kondisi keluarga, kondisi sekolah, hubungan pertemanan, sosial politik, dan masih banyak lagi.
Mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari kesurupan korban melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada beban mental, dan tercetus dengan bebas. Saat itu merupakan kesempatan untuk mengekspresikan hal-hal yang terpendam melalui jeritan, teriakan, gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri. Setelah itu, fisik mereka dirasa lelah tetapi, mental mereka mendapat kepuasan hebat.
2. Rumuan Masalalah
a) apa yang menyebabkan seseseorang itu bisa mengalami kesurupan.
b) bagaimana penyelesaian terhadap kasus kesurupan yang sesuai dengan teori.
c) Bagaimana seharusnya seseorang agar tidak mengalami kesurupan yang di akibatkan karena stres.
3. Tujuan
 Untuk memenuhi tugas mata kuliah kesehatan mental
 Mengetahui apa penyebab sebenarnya terjadinya kesurupan pada sari
 Agar mengetahui teori apa yang bagus digunakan dalam penyelesaian masalah histeriah(kesurupan) yang di alami sari.



BAB II
PEMBAHASAN
A. Identitas Korban
Nama : Sari
Usia : 17 Tahun
Alamat : JL. Patimura-Rengat
Pekerjaan : Siswi SMAN I Rengat

B. Deskripsi Masalah
Pertama kali kesurupan yang terjadi pada sari itu ketika ia duduk dikelas XII SMA, yang mana awal terjadinya di sekolah tempat dia bersekolah, sebelumnya sari belum pernah mengalami kesurupan. Kesurupan itu terjadi sewaktu dia belajar di lokal,tiba-tiba dia menjerit seisi lokal dimana tempat ia belajar oun kaget melihatnya ,kemudian teman-temanya lansung membantu dan membawak sari ke mushalah agar bisa di beri pertolongan dan disadarkan.disana dia di tolong oleh gurunya dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur,an untuk menyadarkannya akhirnya beberapa jam kemudian barulah sari sadar.
Kesurupan yang terjadi pada sari itu bukan hanya terjadi satu kali bahkan berkali-kali.Kesurupan yang dialami oleh sari tidak hanya terjadi disekolah, bahkan juga terjadi dirumahnya sendiri. Sari mengaku awal mulanya setiap dia mengalami kesurupan itu apabila dia lagi ada masalah dan pikirannya kosong.Apalagi sari adalah seorang remaja yang lemah pisik nya. Sari mengatakan sebelum terjadinya kesurupan dia merasa kepalanya sangat berat badannya terasa lemas, setelah itu dia tidak tau apa-apa lagi. Disaat sari kesurupan dia menjerit-jerit histeris, menangis badanya terasa dingin, matanya melotot tajam,bahkan suaranya berubah, sari berontak-rontak kepanasan dan bahkan berkata ngelantur, apabila di bacakan ayat-ayat Al.Qur,an dan orang yang memegangnya saat dia kesurupan kewalahan memegangnya karena dia berontak-rontak kuat sekali. Kesurupan yang terjadi pada sari itu tidak mengenal waktu dan tempat.Sari mengatakan bahwa dia juga tidak ingin terjadinya kesurupan karena setelah dia sadar dari kesurupan barulah badanya terasa sakit-sakit,tetapi setelah terjadinya kesurupan sari merasa bebanya sedikit terlepaskan dari jeritan dan tangisan yang dikeluarkanya ketika ia mengalami kesurupan.
Kesurupan yang dialami sari itu akan terjadi jika dia mengalami banyak masalah, dia juga termasuk anak yang pemurung yang suka memendam masalah dan dia tidak pernah menceritakan kepada orang lain akibatnya, dengan tidak kuatnya sari dalam mengolah masalah,menjadi stres yang mana masalahnya yang menjadi beban pikiranya tidak ada penyelesaian di buatnya akhirnya dia mengalami kesurupan yang kata orang dimasukin roh-roh jahat apabila pikiran seseorang kosong.






















BAB III
PENYELESAIAN
1. Penyelesaian Dengan Teori
a. Menurut pandangan psikologis
Menurut psikolog Dadang Hawari, Ia menyebut peristiwa kesurupan ini sebagai fenomena disosiasi atau sebuah reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya. Akibatnya secara tidak disadari kepribadian si korban berubah. Jadi, menurutnya ini merupakan fenomena kejiwaan dan bukannya karena kemasukan jin atau setan karena kepercayaan di masyarakat kita yang menghubung-hubungkan dengan mistik dan dianggap sebagai kesurupan . Jadi, karena bukan aksi kerasukan setan, maka pengobatannya pun bukan dengan cara memanggil orang ”pintar”. Obat sangat gampang, tinggal dibawa ke puskesmas, disuntik atau dikasih obat yang bisa membuat mereka tidur, nanti mereka akan sadar dan sehat lagi setelah bangun..Reaksi disosiasi menimpa mereka yang jiwanya labil ditambah dalam kondisi yang membuatnya tertekan. Stres yang bertumpuk ditambah pemicu memungkinkan reaksi yang dikendalikan alam bawah sadar ini muncul ke permukaan.Yang paling penting dalam menghadapi persoalan ini adalah jangan sampai semua orang panik, harus tenang, bawa korban ke puskesmas, diobati, disuruh tidur apabila sudah sembuh kesurupan.
Jika dilihat pada kasus yang di alami sari ini, Kemampuan yang perlu ditingkatkan pada sari adalah mengajar dan melatihnya untuk bisa mengelola stres dan konflik dengan cara yang baik dan benar. Artinya, bila di kemudian hari mengalami stres atau konflik, atau diberi tanggung jawab yang berat, cara penyelesaiannya tidak lagi dengan kesurupan, tetapi dengan cara yang lebih konstruktif. Selain itu, perlu pula meningkatkan toleransi terhadap stres.




b. Menurut Teori Sigmun Freud
Dalam kajian psikologi ada dua perspektif yang dapat digunakan untuk melihat kasus kesurupan yaitu kajian psikoanalisa dan psikologi transpersonal. Namun menurut freud yang paling sesuai untuk mengkaji kesurupan sebagai sebuah gangguan lebih tepat dengan menggunakan psikoanalisa terutama pendapatnya Carl Gustav Jung. Pada kajian psikologi transpersonal kajian trance lebih ke arah spiritual atau sebagai sesuatu yang tidak mengganggu. Kesurupan sebenarnya juga merupakan trance ke arah mengganggu dan tidak terkendali.individu, mereka merupakan ide-ide yang pra-sadar dan primordial, dan merupakan dasar untuk pengalaman-pengalaman religius yang langsung.
Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekutan yang melebihi seperti biasanya .Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya ? sebab utamanya adalah lemahnya kesadaran seperti orang mau masuk tidur, kenapa bisa tidur jawabnya tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk.
Jadi ,Menurut freud cara penyelesaian orang jika mengalami suatu kesurupan adalah dengan cara sebagai berikut :
a) isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan.
b) tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
c) tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul,
d) kalau membacaAl- quran bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada pelan sehingga akan menenangkan si sakit, kalau dibaca dengan menghentak hentak anak yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Dalam hal ini kita harus bijak dalam mendudukkan Al- quran jangan melecehkan Al- quran dengan menggunakannya yang bukan pada tempatnya, gunakan Al- quran sebagai petunjuk hidup bukan sebagai alat pengusiran jin.
e) tempatkan orang yang terkena kesurupan di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik.
f) jika keadaan semakin tidak terkendali, jangan memanggil paranormal, atau memanggil dukun dan sejenisnya. Namun panggilah dokter untuk memberikan obat penenang kepada orang yang kesurupan.
c. Menurut pandangan islam
Fenomena kesurupan dijelaskan sejak awal . penyebabnya adalah ganguan jin jahat dan setan. Hanya saja, jin dan setan itu hanya bisa menguasai orang-orang yang tidak percaya atau ragu pada Allah.
Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa tiga titik itu adalah pembuluh darah yang menghidupkan potensi otak kecil manusia. Di titik itu, jika kita sering berpikir berlebihan sehingga tidak kuat menahan, hal itu bisa menimbulkan depresi. Ketika terjadi penegangan dalam pembuluh darah kita, maka melemahkan potensi elektro kita sehingga ada arus listrik dari golongan jin masuk dan mempengaruhi sehingga terjadi kesurupan. Yang kedua, terletak di pembuluh darah yang menghidupkan potensi khayalan. Sama halnya dengan yang pertama, jika itu menegang karena kita terlalu sering mengkhayal maka setan kemungkinan besar bisa masuk. Yang ketiga di pembuluh yang terletak di bawah telinga. Ini bisa menimpa mereka yang malas, kurang kreatif, tidak punya semangat hidup.
Jadi, menurut pandangan islam hal yang sebaiknya ada pada diri seseorang supaya tidak kesurupan adalah :
• Selama kita beriman dan bertawakal, setan tidak akan menguasai manusia.
• Jika imannya kuat dan bertawakal, mereka akan optimis, bersemangat, tenang, tenteram, dan tahan banting terhadap semua masalah.
• Ketenangan jiwa akan membuat seseorang tak gampang kesurupan. Membaca Al Qur’an dan Zikir adalah salah satu langkah menengkan jiwa.

2. Analisis kasus
Dapat di analisis dari kasus tersebut bahwa histeria (kesurupan )yang dialami oleh sari merupakan akibat dari ketidak kuatan mentalnya yang mengakibatkan dirinya mengalami stres berdampak pada kesurupan yang akan bisa terjadi jika dia mengalami perasaan kekalutan mental.jika dilihat dari kasusnya itu sari termasuk seseorang yang lemah dalam menghadapi masalah sehinggah dia mudah terkena pengaruh roh-roh jahat yang merasuki tubuhnya saat itu,yang mengendalikan segenap jiwanya yang kosong. Menurut saya kita tidak bisa juga mengatakan tidak ada pengaruh roh jahat karena saya juga pernah menyaksikan sari waktu kesurupan, dia menjadi kuat seolah-olah itu bukan dia yang sebenarnya padahal sari adalah seorang yang lemah. Jadi bagaimanapun jika dilihat dari penyebab sari mengalami kesurupan dia harus bisa mengolah sters,dan menghadapi masalah dengan baik agar tidak terjadinya kesurupan. Dan jika dilihat dari awal penyebab sari kesurupan itu mudah diatasi dengan memberikan pemahaman terhadap sari bagaimana agar tidak stres dengan pendekatan-pendekatan yang baik dari oarang tua,guru dan teman-temanya.
Kasus seperti ini banyak terjadi dimana-mana,bahkan kadangkala yang terkena kesurupan itu hanya satu orang, tetapi tertular ke yang lainya apalagi perempuan yang mudah tersugesti sehinggah menyebabkan menjadi kesurupan massal.


BAB IV
PENUTUP
I. Kesimpulan
menurut sudut pandang psikologi, kesurupan dianggap sebagai jalan keluar alternatif konflik yang lolos dari ketiganya, (id, ego, super ego). Karenanya secara psikologis kesurupan didudukkan sebagai status quo dari jiwa-jiwa yang “terluka” baik oleh pengalaman, impresi dan dogma-dogma buruk yang diterimanya selama ini.
Menurut Psikolog, Setiyo Purwanto, S. Psi, MSi, orang yang kerasukan bisa disebabkan keadaan disosiasi. yakni saat seseorang seakan terpisah dari dirinya. Kedua karena hysteria, yaitu saat seseorang tak dapat mengendalikan dirinya. Terakhir akibat split personality, saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda. Meski begitu, menurut Setiyo, penjelasan ini seringkali mengalami benturan dengan kenyataan-kenyataan budaya.
Dan dapat pula kita simpulkan dari kasus yang dialami sari itu akibat dari kekosongan jiwa saat itu yang mana akan mudah dirasuki oleh jin atau setan yang membuatnya mengalami kesurupan.dan penyelesaiannya ada tiga pandangan.
 Menurut pandangan psikologis .
 Menurut pandangan sigmund freud.
 Menurut pandangan islam.
II. Kesan
Kesan dari saya ketika melakukan penelitian kesurupan yang di alami oleh sari yang kebetulan adalah tetanga sekaligus teman saya, saya merasa kasihan mendengar pengakuannya yang mana dia mengatakan lelah juga dengan seringnya dia mengalami kesurupan yang bukan hanya dirinya sendiri yang merasakan dampaknya,tetapi, bisa mengkhawatirkan kedua orang tuanya dan menyushkan orang lain juga yang membantunya saat dia mengalami kesurupan. sebagai sesorang teman saya ingin sekali membantunya agar dia tidak terkena lagi, mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak terulang lagi karena akan berdampak buruk bagi kesehatan dan akan mengangu sari melakukan aktivitas sekolahnya, sebab apabila sari terkena kesurupan dia tidak bisa belajar. karena dia lelah dan bahkan menjadi sakit setelah dia mengalami kesurupan,intinya saya terkesan iba saja dengan keadaan sari. Semoga sari bisa mengendalikan stresnya agar dia tidak mengalami kesurupan lagi karena faktor yang utama menyebabkan terjadinya kesurupan pada sari itu karena tidak bisa mengolah masalah sehinggah dia sters dan akhirnya kesurupan.





Nama : Nurhalimah
Nim : 10942008883

Tiada ulasan:

Catat Ulasan