Isnin, 14 Mac 2011

PSIKOSA FUNGSIONAL (FUNCTIONAL PSYCHOSIS)

A. Depenisi psikosa
Psikosa / psikosis adalah bentuk ketakutan mental yang di tandai adanya disentegrasi kepribadian (kepecahan pribadi) dan terputusnya hubungan dirinya dengan realitas.
Individu di sebut psikotis apabik :
1. Reality testingnya terganggu lama sekali, sihingga pikiran dan tanggapanya tidak sesuai dengan realitas, lalu di hinggapi halusinasi dan delusi-delusi (waham, denkbeelden).
2. Oleh disentegrasi kepribadiannya, orang mengelami kekalutan organis kekalutan fungsional dan kekalutan fungsi kejiwaan : misalnya pada intelegensi, kemauan dan perasaannya.hubungan dirinya dengan dunia luar dan realitas terputus dan dia hidup dalam dunia yang tidak ril. Yaitu dalam satu imaginary social world yang di ciptakannya sendiri. Dia menutup diri dari realitas nyata dan tidak mampu mengenali serta menilai realita yang ada. Sehingga dirinya menjadi tidak kompeten secara sosial dan tidak bisa memikul tanggung jawab atas segala tingkah lakunya.
3. Individu mereaksi (memarak dan mencerahkan) tekanan-tekanan interval serta eksternal dengan cara yang keliru dan merugikan sehingga semakin banyak muncul gangguan efektif yang serius, ketakutan, kecemasan-kecemasan hebat dan halusinasi ringkasnya, kehidupan psikisnya jadi kacau atau kwatir dan penderita tidak berdaya dan tidak mampu meluruskan kesulitan batinnya.
Penderita mengalami disentegrasi kepribadian disertai kekalutan organis, kekalutan fungsional dan kekalutan fungsi-fungsi kejiwaan pada intelegasi kemauan dan perasaannya. Mereka umumnya hidup dalam dunia yang tidak riil (dalam dunia fantasi, cita-cita atau dunia imaginer) sebab hubungan dirinya dengan dunia luar atau dunia realitas sudah putus. Penderita jadi tidak kompeten secara sosial ia mengalami malajusdmen yang berat.
B . Depenisi psikosa fungssional
Psikosa fungsional adalah psikosa di sebabkan oleh faktor-faktor non- organis, dan ada maladjustmen fungsional, sehingga penderita mengalami kepecahan pribadi total, menderita maladjustmen intelektual, dan instabilitas watak.
Psikosa fungsional (funcitional psyhosis) merupakan penyakit mental secara fungsional yang berat non-organis sifatnya, ditandai oleh desentegrasi /kepecahan keperibadian dan maladjustment sosial yang berat ;orang yang tidak mampu mengadakan relasi sosial dengan dunia luar, sering terputus sama sekali dengan realitas hidup, lalu menjadi inkompeten secara sosial.
Ada kekacauan mental secara funsional yang nonorganis sifatnya, sehingga terjadi kepecahan pribadi. Desentegrasi kepribadian ini di ikuti oleh maladjustmen sosial yang berat. Penderita tidak mampu mengadakan hubungan sosial dengan dunia luar. Bahkan sering terputus sams sekali dengan realitas hidup, lalu menjadi ikomten secara sosial. Hilanglah rasa tanggung jawabnya. Di tambah pula dengan gangguan pada karakter dan fungsi intelektualnya.
Sering kali pasien menderita ketakutan hebat; dihinggapi depresi, delusi, alusinasi, dan ilusi optis. Tidak mempunyai insight sam sekali, mengalami regresi psikis, menderita stopor(tidak bisa merasakan satupun, keadaanya seperti terbius) . gejala lainya ialah sering mengamuk. Disertai kekerasan dan serangan-serangan yang maniakal kegila-gilaan, sehimggah membahayakn sekali keselamatan orang lain. Juga bisa berbahaya bagi diri sendiri, karena munculnya usaha untuk bunuh diri. Sehinggah mereka perlu mendapatkan perawatan dalam rumah sakit jiwa atau assylum.
Jika tingkah lakunya itu jadi begitu abnormal dan irrasional, sehingga dia di anggap bisa jadi bahaya atau ancaman bagi keselamatan orang lain dan bagi dirinya sendiri, maka secara hukum ia di nyatakan sebagai orang gila.
Simptom umum psikosa fungsional :
1. Tidak ada insight. Biasanya pasien tidak menyadari simptom-simptom dan penyakitnya, putuslah hubungan dengan dunia realitas.
2. Ada maladjustmen berat, dan desorganisasi dan fungsi-fungsi kewajiban, intelegensi, perasaan dan kemauannya.
3. Sering mengalami stupor
4. Pribadinya terpecah, ada desintegrasi kepribadian, dan desorientasi terhadap lingkungan. Reaksi individu terhadap tekanan-tekanan batin sendiri dan tekanan-tekanan batin sendiri dan tekanan sosial selalu berbentuk gangguan efektif yang parah. Pasien selalu mengadakan introspeksi yang sangat mendalam berlebih-lebihan, dan salah. Caranyamenilai dunia luar juga selalu salah.
5. Terjadi kekalutan mental yang progresif, ada kepecahan pribadi.
6. Responsnya terhadap lingkungan sekitarnya selalu tidak tepat, kegila-gilaan, atau maniakal dan eksentrik. Dia tertawa-tawa mengikik-ngikik terus-menerus.
7. Kerap kali di bayangi oleh bermacam-macam halusinasi dan delusi.
8. Selalu merasa ketakutan dan bingung, mengalami kekacauan emosional yang kronis.
9. Jika pasien jadi agresif, sifatnya menjadi kasar, keras kepala dan kurang ajar, bahkan menjadi eksplosif meledak-ledak, ribut, berlari-lari, dan jadi amat berbahaya. Sebab dia mungkin menyerang dan membunuh orang lain, atau berusaha untuk membunuh diri sendiri.
Sebab-sebab psikosa fungsional iyalah :
a . konstitusi mental dan jasmaniah yang herediter, di warisi dari orang tua atau generasi sebelumnya yang psikotis. Jumlahn ya kurang lebih 50% dari semua penderita.
b. Kebiasan mental dan pola-pola kebiasaan yang salah sejak masa kanak-kanak, di tambah mengalami maladjustmen, dan penggunaan escape mechanism yang salah. Pasien di ganggu oleh banyak konflik-konflik pribadi yang serius, dan kurang adanya integrasi kepribadian.

Termasuk dalam kelompok psikosa fungsional ini adalah :
A . Schizophrenia
1. Schizophrenia hebephrenic
2. Schizophrenia catatonic
3. Schizophrenia paranoid

C . Schizophrenia (Schizofrenia)
Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “ skizo“ yang artinya retak atau pecah (split), dan “frenia“ yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian.
Definisi menurut pandangan ilmiah, skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri.
Pasien tidak bisa memahami lingkungannya, dan responsnya selalu maniakal kegila-gilaan. Perasaannya senantiasa tidak cocok. Ia mengalami gangguan intelektual yang sangat berat, sehingggah pikirannya melompat-lompat tanpa arah dan tanpa kendali.
Faktor-faktor skizofrenia
1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga
2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
3. Stress lingkungan dan stress yang berlebihan
4. Kelahiran pada musim dingin. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil.
5. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini
6. Tumbuh kembang di tengah-tengah kota
7. Penyalahgunaan obat seperti amphetamine
8. Komplikasi kehamilan.
Indikator premorbit (pra-sakit) pre-skifrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putarsi) sirkumstantia.:Gangguan atensi : penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi.Gangguan prilaku : menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
1. Gejala-Gejalapositif Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
2. Gejala-Gejalanegatif Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan berbicara.
Pada penderita schizophrenia ini ada disentegrasi pribadi dan kepecahan pribadi. Tingkah-lakunya emosional dan intelektualnya jadi ambigious (majemuk), serta mengalami gangguan seriua, juga mengalami regresi atau dementia total. Pasien selalu berusaha melarikan diri dari kenyataan hidup dan berdiam dalam dunia fantasinya. Tampaknya ddia tidak bisa memahami lingkungannya, dan responsnya maniakal atau kegila-gilaan. Perasaannya selalu tidak cocok, mengalami gangguan intelektual berat, sehingga pikirannya melompat-lompat tanpa arah.
Definisi schizophnia : kondisi psikotis dengan gangguan disentegrasi, depersonalisasi, dan kebelahan atau kepecahan struktur kepribadian, serta regresi yang parah.
Penderita selalu melarikan diri dari realitas hidup, dan berdiam dalam dunia fantasi sendiri. Tampaknya dia tidak memahami lingkungannya. Reaksinya selalu maniakal atau kegila-gilaan.
Kehidupan emosional dan intelektualnya menjadi amblgious/majemuk, serta mengalami gangguan serius, bahkan juga mengalami regresi atau dementia total. Pikirannya melompat-lompat tanpa arah, karena dia menderita gangguan intelektual yangg berat. Juga perasaannya senantiasa tidak cocok dengan realitas nyata.
Simptom-simpto umum schizofrenia ialah sebagai berikut :
1. Simptom fisik; ada gangguan motorik berupa retardasi jasmaniah, lamban gerak geriknya . tingkah lakunya jadi streotipis, yaiti kadang-kadang ada gerak-gerak motorik lamban, tidak teratur, dan kaku ;atau tingkah lakunya menjadi aneh-aneh eksentrik.
2. Simptom psikis:
a) Intelek dan ingatanya jadi sangat mundur. Ia jadi sangat introvert dan pemimpi siang atau daydreamer. Tidak ada sedikit sekali berkontak dengan lingkungannya. Tendensi menjadi autistis sangat kuat.
b) Penderita mengalami regresi atau degenerasi mental, sehingga menjadi acuh tak acuh dan apatis, tanpa minat pada dunia sekitarnya, tanpa kontak sosial.
c) Afeksi dan perasaan kemesraannya menipis. Menjadi jorok dan kotor; tidak tau malu, suka memperlihatkan alat kelaminya;dan sering bertingkah laku a-moral.
d) Dia dihinggapi bermacam-macam angan-angan dan pikiran yang keliru,alusinasi,delusi, dan ilusi yang salah.
e) Ia suka mengarang kata-kata atau istilah-istilah baru,tanpa mengandung arti sesuatupun atau kata-kata yang diperpendek dan “ditelanya”nya.
f) Emosinya banyak terganggu. Dia menjadi acuh tak acuh sama sekali terhadap diri sendiri dan lingkungannya, apatis dan introvert sekali.
g) Gangguan keperibadian berupa breakdown mental yang secara total. Tiba-tiba ia bisa dihinggapi perasaan kebencian dan dendam yang meluap-luap.

Sebab-sebab schizofrenia ialah :
1. Lebih dari separuh dari jumlah penderita schizofrenia mempunyai keluarga psikotis atau sakit mental.
2. Tipe kepribadian yang schizothym (dengan jiwa yang cenderung menjadi schizofren) dan bentuk jasmaniah asthenia (tidak berdaya/bertenaga), mempunyai kecenderungan kuat menjadi schizofren.
3. Sebab-sebab organis : ada perubuhan atau kerusakan pada sistem syaraf sentral. Juga terhadap gangguan –gangguan pada sistem kelenjar-kelenjar adrenal dann pituitary (ke lenjer di bawah otak). Kadang kala kelenjar thyroid dan kelenjar adrenal mengalami atrofi berat. Dapat juga di sebabkan oleh proses klimakterik dan gangguan-gangguan menstruasi. Semua gangguan tadi menyebabkan degenerasi pada energi fisik dan energi mentalnya.
4. Sebab-sebab psikologis : ada kebiasaan-kebiasaan infantil yang buruk dan salah, sehingga pasien hampir selalu melakukan maladjustment (salah-suai) terhadap lingkungannya. Ada konflik di antara super-ego dan id (freud). Integrasi kepribadiannya sangat miskin, dan ada kompleks-inferior yang berat.
Karena terdapat beberapa defek organis (cacat jasmaniah), biasanya timbul perasaan tidak mampu. Dia lalu berusaha menghindari realitas, dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Sekalipun defek badannya sudah di betulkan lewat operasi-operasi, namun tetap saja dia terus-menerus menggunakan kebiasaan dan pola hidup yang salah, halusinasi dan delusi-delusi,perasaan-perasaan curiga, benci dan agresif sehingga dia menjadi eksplosif meledak-ledak dan sangat berbahaya, sebab bisa melukai dan membunuh orang-orang di sekitarnya.
Dia menjadi jorok, sama sekali tidak menghiraukan diri sendiri.gangguan kepribadian utama pada dirinya iyalah : mengalami kepatahan mental (mental breakdown) total.

Schizofrenia ini di bagi dalam kategori, yaitu:
1. Schizofrenia hebefrenik
2. Schizofrenia katatonik
3. Schizofrenia paranoid
1. Schizofrenia hebefrenik, (hebefrenic=pengumpulann mental/jiwanya)
Hebefrenik itu artinya : mental atau jiwanya menjadi tumpul. Kesadarannya masih jernih, akan tetapi kesadaran akunnya sangat ternganggu. Berlangsulah disentegrasi total, tanpa memiliki identitas, dan tidak bisa membedakan diri sendiri dengan lingkungannya. Orangnya mengalami derealisasi dan depersonalisasi berat.di hinggapi macam-macam ilusi dan delusi, sebab pikirannya selalu melantur. Halusinasi dan delusinya biasanya aneh-aneh, pendek-pendek, dan cepat berganti-ganti. Pikirannya kacau melantur. Ia banyak tersenyum-senyum dengan muka yang selalu perat-perot/grimassen tanpa ada perangsang sedikitpun.
Terjadi regresi total dalam tingkah-lakunya, dan pasien menjadi kekanak-kanakan. Kehidupan perasaan yang tampaknya menumpul itu bisa di sertai kepekaan yang berlebih-lebihan. Dengan kata lain, menumpulnya kehidupan perasaan itu berfungsi sebagai tutup pelindung dari kepekaan emosi-emosinya yang berlebih-lebihan, bagaikan sebuah gunung api yang masih bekerja yang di liputitudung es salju.
Pasien menjadi jorok dan kotor sekali. Ia selalu ingin ngloyaor ke mana-mana, dan tidak menngenal sopan-santun lagi, tidak mengenal subasita, ada peristiwa kebilangan decorum. Ia suka memmperlihatkan alat kelaminnya, dan melakukan onani di hadapan orang lain.
Reaksi sikap dan tingkah-lakunya menjadi kegila-gilaan. Ia suka tertawa-tawa, untuk segera nangis tersedu-sedu. Perasaannya menjadi mudah tersinggung. Sering di hinggapi sarkasme, dan kerapkali menjadi eksplosif meledak marah-marah tanpa suatu sebabpun.
Gejala-gejala umum schizofrenia bebefrenik ialah sebagai berikut :
a) Ada reaksi sikap dan tingkah-laku yang kegila-gilaan, suka tertawa, untuk kemudian menangis tersedu-sedu. Mudah tersinggung atau sangat irritabel. Sering di hinggapi sarkasme dan jadi meledak-ledak marah atau menjadi eksplosif tanpa suatu sebab.
b) Pikirannya selalu melantur, banyak tersenyum-senyum dan mukanya perat-perot (grimassen) tanpa ada stimulasi. Halusinasi dan delusinya biasanya bersifat aneh-aneh, pendek-pendek ddan cepat berganti-ganti.
c) Terjadi regresi total, menjadi kekanak-kanakkan

2. Schizofrenia katatonik (catatonic)
Penderita seperti menjadi kaku (catatonic : kaku). Ciri-cirinya sebagai berikut :
a) Urat-uratnya menjadi kaku dan mengalami chreaflexibility (waxy flexibility), yaitu badannya menjadi kaku beku seperti malas/was. Dia sering menderita catalepsy, yaitu keadaan tidak sadar seperti dalam kondisi trance. Seluruh badannya menjadi kaku, tidak pejal, dan tidak bisa di bengkokkan. Jika ia telah mengambil satu posisi tertentu, misalnya berdiri, berjongkok, kaki ada di atas dan kepala di bawah, miring, dan lain-lain, maka dia bisa bertingkah sedemikian ini untuk berjam-jam atau berhari-hari lamanya. Dirinya seperti dalam keadaan tidur yang hypnotik (kena sihir).
b ) Ada pola tingkah-lakunya yang stereotypis, aneh-aneh atau gerak-gerak atau otomatis dan tingkah yang aneh-aneh, yang tidak terkendalikan oleh kemauan.
c ) Ada gejala stupor, yaitu bisa merasa, seperti terbius. Sikapnya negatif dan pasif sekali, di sertai delusi-delusi kematian, mau ingin mati saja. Tidak ada interesse sama sekali pada sekelilingnya, tanpa kontak sosial. Penderita terus-menerus membisu (mutisme) dalam wktu yang lama. Dia menjadi autistis dan negativistis.
d ) Kadang-kadang di sertai catatonic excitement yaitu jadi meledak-ledak dan ribut hiruk-pikuk, tanpa sebab dan tanpa tujuan apapun.
e ) Mengalami regresi total
3) schizofernia Paranoid
Penderita diliputi macam-macam delusi dan alusinasi yang terus berganti –ganti coraknya dan tidak teratur ,serta kacau balau. Ada delusion of persection . sering merasa iri hati, cemburu dan curiga . pada umumnya emosinya beku,dan ia sangat apatis.
Pasien tampaknya lebih waras dan tidak sangat ganjil dan aneh jika dibandingkan dengan penderita schizofernia.jenis lainya. Akan tetapi pada umumnya dia bersikap sangat bermusuh terhadap siapa pun juga . merasa dirinya penting –besar grandieus. Sering sangat fanatic rejegius secara berlebih-lebihan sekal. kadang-kadang bersipat hipokondrs.
Pranogsa dan penyembuhan bagi schizophrenia pada umumnya:sedikit sekali kemungkinan bias seembuh, terutama jika keadaanya sudah parah. Pengebatan dengan :kuur obat-obatan. Yang penting usaha –usaha preventif berupa: menghindari frustasi-frustasi dan kesulitan-kesulitan psikisnya. Menciptakan kontak-kontak social yang sehat dan baik . membiasakan pasien memikiki sikap hidup (attitude) pusitif , dan mau melihat hari depan dengan rasa keberanian . Beranikah ia mengambil sikap tegas dalam menghadapi realitas dengn rasa positif,dan usahakan agar dia bias menjadi extrovert
C. PSIKOSA MANIS DEPRESIF
Tujuh puluh persen dari semua penderitanya adalah wanita. Psikosa manis-despresif ini merupakan kekalutan mental yang serius berbetuk gangguan emisionsl yang ekstrim, yaitu terus –menerus bergerak antara gembira ria tertawa-tawa (elation) sampai dengan rasa defresif sedih putus asa penderitanya selalu dihinggapi ketegangan-ketegangan afektif dan agresi yang terhambat-hambat. Implus-implusnya kuat, tetapi pendek –[enfek, dan tidak bias dikontrol atau dikendalikan . misalnya pikiran kacau dan ingatanya jadi semakin mundur . pasien menjadi sangat egosentris, dan tingkah-lakunya jadi kekanak-kanakan . ia merasa selalu gelisa, dan tidak pernah merasa puas.
Simptom-simptom pada saat manis (gembira,exited)
1) Penderitanya masih sangat aktif , amat rebut dan lari kesana kemari . gerakanya banyak sekali. Banyak berbicara sengat cepat dan ketawa-tawa riang; suka bernyanyi-nyanyindan mengeluarkan kata-kata atau bahasa yang kotor. Biasanya pasien amat gelisa.

2) Ia sangat tidak sabaran dan tidak toleran. Menjadi irabel-irabel dan gelisah.

3) Kesadaranya kabur , idenya campur –aduk dan khatois. Ia tidak lagi mengenal larangan dan pantangan-pantangan (inhibition)

4) Ada disorientasi total terhadap ruang,tempat,dan waktu.

5) Emosinya pendek-pendek dan meledak-ledak. Dalam keadaan excited ini sering melakukan kekerasan , membanting-banting dan merusak segala sesustu yang dapat dijangkaunya. Dia menjadi ribit dan lari-lari kegilaan.

6) Penderita merasa selalu dikejar-kejar oleh ilusi-ilusi serta halusinasi –halusnasi visual dan aural ; juga delusi-delusi person.

7) Pada stadium berat, disaat pasien mengalami manis , dia bias melakukan serangan-serangan , kekerasan dan usaha-usaha untuk membunuh orang lain atau bunuh diri.
Simptom-simptom padac saat depresif antara lain:

1) Penderita menjadi melankonis ,bepresif ,sangat sedih,banyak menangis ,dihinggapi ketakutan dan kegelisahan.

2) Perasaanya tidak pernah merasa puas. Merasa tidak berguna dan sia-siakan dalam hidupnya. Ia merasa sebatang kara didunia,menjadi positif, acuh tak acuh,dan apatis.

3) Dihinggapi halusinasi-halusinasi dan delusi-delusi yang menakutkan atau menimbulkan kepedihan hati. Ada penyesalan –penyesalan atas kesalahan dan dosa-dosa di masa lampau.

4) Merasa jemu hidup dan berputus asa . ia ingin mati dan melakukan usaha-usaha untuk bunuh diri. Kadang-kadang dibarengi dengan gejala stupor komplit,atau dihinggapi catelepsi (seluruh badan menjadi kaku dan tidak bias digerakkan ayau dibengkokkan) dia berdiam diri saja dalam waktu yang lama, tidak mau berbicara, serta menolak makan dan minum.

5) Kesadaran jadi kabur . biasanya disertai redertasi motorik, dan redertasi mental yang semakin memburuk.



1) Tingkatan-tingkatan/derajat manis

a) Tingkatan hypomania (hypo= kurang;mania=kegilaan).
Kegelisahan yang berlebih-lebihan . [asien menjadi aktif sekali,tidak mengenal jemu. Bicaranya cepat, gembira dan penuh gairah . dia menjadi sangat irritable ,tidak toleran mania dan tidak sabaran.


b).Tingkatan mania akut:
Pikiran dan ide-idenya begitu cepat bergerak atau berganti-ganti, sehinggah bicaranya tidak jelas dan ketinggalan (ketinggalan dari pikiran). hilang kemampuan beriontasi , dan kesadaranya jadi kabur.

b) Mania hyperakut
Ada dorongan melakukan kekerasan dan ska berkelahi. Bersifat destruktif diikuti dengan kecapaian yang luar biasa. Terjadi disortentasi total terhadap waktu, tempat dan orang diikuti delirium, halusinasi dan hilang insightnya.

2) Tingkat / derajat depresif
Ciri-ciri umum dari depresi atau melancholia ialah ; ada retardasi motorik dan mental, kemurungan; tidak ada aktivitas sama sekali. Di ikuti delusi-delusi hypochondria, sedangkan tingkatan-tingkatan depresi dan ciri-cirinya ialah sebaagai berikt :
Keterbatasan retardasi biasa: ada perasaan murung dan putus asa. Hilang ambisinya. Ada prosses rentaldasi mental, dan respon-respon motoriknya menjadi sangat lambat. Orientasi dan ingatannya belum banyak terganggu.
1) Melancholia akut (Acute Melancholia): hilang aktivitasnya. Pribadinya cenderung megasingkan diri secara total. Dalam status hypochondria, ia dipenuhi delusi-delusi menyalahkan diri sendiri. Ada rasa-rasa berdosa, pikiran-pikiran tidak riil, dan delusi-delusi merasa hina, sengsara serta miskin sekali.
2) Stupor Depresif (Depressive Stupor): dirinya sama sekali jadi membeku, diam mematung. Ia menolak untuk berbicara, makan atau bergerak. Pasien mengasingkan diri secara total dari lingkungannya. Kesadarannya menjadi kabur karena banyak di hinggapi delusi-delusi yang campur-aduk. Banyak penderita psikosa jenis ini sellalu bergerak dari status depresi / melankholis beralih pada status mania (axited).
Sebab-sebab Timbulnya Psikosa Manis-Depresif
1) Sebab
a. Gangguan glanduler pada kelenjar-kelenjar thyroid, gonadal, parathyroid
b. Infeksi-infeksi, trauma atau luka-luka, dan keracunan.
c. Tipe-tipe jasmani yang piknis / pycnis mempunyai kecendrungan mendapat gangguan penyakit ini.



2) Sebab-sebab hederiter

a. Banyak pasian yang mempunyai sanak keluarga yang sakit jiwanya , atau mempunyai gangguan mental yang serius. Pada umumnya pasien dihinggapi mania –mania kompensasi untuk meredudir pikiran-pikiran dan ide-ide yang tidak menyenangkan (dijadikan mekanisme untuk meluapkan kesedihan dan kekecewaan hidup) dalam bentuk aktifitas-aktifitas yang ekstrim. Sedang insir depresinya merupakan reaksi
b. untuk”meluapkan” atau melampiaskan kegagalan-kegagalanya. Pada umumnya ada rasa –rasa penyesalan hebat ,dan ada usaha untuk melarikan diri dari kenyataan hidup . muncullah kemudian rasa putus asa.
c. Tipe-tipe kepribadian cylcothym atau ekstrovert juga mempunyai kolerasi dengan gangguan manis depresif ini.

d. Tidak ada control emosi. Tidak ada integrasi antara rasa-rasa penurut tunduk-tunduk dengan tendens-tendens harga –diri yang ekstrim.

3) Sebab-sebab non herediter:
• Ada mania-mania kompensasi untuk meredusir fikiran-fikiran dan ide-ide yang tidak menyenagkan , yang dijadikan mekanisme –kompensatoris untuk meluapkan kesedian dan kekecewaan-kekecewaan hidup, dalm bentuk aktivitas-aktivitas yang ekstrim, sibuk, dan kacau tidk beraturan.
Sedang unsur depresinya dntuk merupakan kanalisasi pelepasan untuk melupakan kegagalan-kegagalan. Pada umumnya ada rasarasa penyesalan. Lalu timbul usaha untuk melarikan diri dari kenyataan hidup; kemudian muncul perasaan putus asa.
• Tidak ada kontrol terhadap emosi-emosinya. Tidak ada integrasi diantara perasaan-perasaan tunduk patuh dengan tendens-tendens harga-diri yang ekstrim.


Pragnosa dan penyembuhan : ada kemungkinan disembuhkan ,khususnya bila treatment diberikan pada stadium permulaan dari penyakit. Yang penting sekali ialah: usaha-usaha preventif;yaitu mengajar anak-anak dan orang muda untuk mengepresikan emosinya dengan mekanisme yang positifnya ,dan menghindari penekanan-penekanan yang berlebihan-berlebihan terhadap luapan emosinya.


D.PSIKOSA PARANOIA
Paranoia adalah gangguan mental yang amat serius, dirikan dengan timbulnya delusi-delusi yang disistematiisir dan dihinggapi banyak ide fixed (ide-ide yang salah dan terus-menerus melekat). Tujuh puluh persen dari penderita paranoia ini adalah laki-laki. Pada umumnya ada sedikit integrasi pada oara penderitanya; akan tetapi mereka selalu megekspresikan diri dengan bentuk membannsel dank eras kepala.
Lebih kurang 70% dari penderita paranoia adalah kaum pria. Mereka selalu diliputim delusi-delusi, khususnya delosion of grandeur dan delusion of persection , rasa iri hati, cemburu, dan curiga .pada umumnya mereka tidak di ganggu oleh halusinasi-halusinasi.
Ide-ide na selalu salah dan kaku. Selalu di ikutu delusi-delusi, khususnya delusion of persecution dan delusion of grandeur; disamping senantiasa iri-hati, cemburu dan menaruh curiga. Pada umumnya mereka tidak dihinggapi halusinasi-halusinasi. Respon afektif / perasaannya selalu konsisten denga delusi-delusinya. System paranoidnya biasanya terlepas atau ada diluar kesadarannya. Pribadinya tetap intact berfungsi. Pasien pada umumnya menganggap dirinya superior dan memiliki bakat-bakat luar biasa, merasa memiliki bakat ketuhanan atau ke-Nabian. Banyak para pemimpin, agitator dan reformen gelisah / yang mempunyai symptom-simptom paranoid ini.

Symptom-simptom paranoia:
1. Selalu diikuti oleh delusi-delusi: delusion of grandeur (khayalan kemegahan), delusion of persecution (khayalan seperti di kejar-kejar), iri hati. Biasanya delusi-delusi tersebut berupa ide-ide fixed (fixation) yang “disistematisir”. Penderita menjadi dewa, nabi atau pemimpin-besar.
2. Kehidupan mentalnya tidak mengalami dementia. Pikiranya masih logis; tetapi ide-idenya selalu salah, khususnya ide-ide fixed (pikiran keliru / sesat yang tegar, sangkaan paksaan yang sesat).
3. Gaangguannya pada umumnya bersifat kompensatoris; yaitu ada rasa-rasa bersalah dan berdosa, rasa-rasa inferior, cemburu, iri dan lain-lainm yag diproyeksikan pada orang lain ntuk membela egonya sendiri. Sehingga pasien dihinggapi oleh delusi-delusi ssebagai defence mechanism dan rasa-rasa inferior, rasa bersalah dan rasa-rasa yang negative tadi.
Sebab-sebab psikosa paranoia:
1. Kecendrungan-kecendrungan homoseksual dan dorongan-doronga seksual yag tertekan, yang kemudian di proyeksikan (frued).
2. Ide-ide yang sarat dimuati oleh efek-efek yang luar biasa kuatnya.
3. Kebiasaan-kebiasaan berpikiy yang salah, disebabkan oleh rasa iri hati, selfish, egosentris. Terlalu sensitive dan kerap kali dihinggapi rasa curiga.
4. Merupakan bentuk-bentuk kompensasi terhadap kegagaaln-kegagalannya dan terhadap kompleks-kompleks inferior; atau ada defence mechanism terhadap rasa-rasa berdosa dan bersalah. Seringkali pula tumbuh perasaan-perasaan super dan lain dari pada orang biasa.

Atau defence mechanism terhadap rasa berdosa dan bersalah. Sering kali ada perasaan-perasaan super (ada superriteitscompelexen), merasa lain dari pada orang biasa; ada “hoogmoedwaanzin”, yaitu merasa tinggi hati dan tinggi martabat yang kegila-gilaan sifatnya.

E. IKHTISAR
Pada psikosa fungsional ini ada kekacauan mental ( secara funsional ) yang non-organis sifatnya, sehingga terjadi kterpecahaan atau keterbelahan pribadi. Desintegrasi kepribadiaan ini membuahkan maladjustment susial yang berat, sehingga penderita terputus hubungannya dengan reaalitas hidup diluar. Dia menjadi tidak kompeten secara social.Dimasukkan dalam kelompok psikosa fungsional ini ialah :
a. Psikosa schizophrenia
b. Psikosa manis-depesif
c. Psikosa paranoia










Referensi :
Kartini kartono ,cet viii,2003. Patologi Sosial. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Kartini kartono ,cet viii,2003. Hygene Mental . Bandung :cv. Mandar Maju
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2006/09/skizofrenia-antara-fantasi-dan-realita
http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosis-fungsional.htm
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1617336-seputar-dunia-skizofrenia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ski



NAMA : NURHALIMAH&SUNARTI
NIM : 10942008883/10942008848
M.KULIAH : KESEHATAN MENTAL II

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catat Ulasan