Jumaat, 15 Oktober 2010

PRINSIP-PRINSIP DASAR KONSELING

Konseling adalah suatu proses yang terancang, terarah dan dikerjakan oleh ahli tertentu yang memiliki latihan dan keahlian ilmiah yang tinggi. Dalam proses itu ia berusaha menolong orang lain (clien) untuk menguasai secara langsung akan metode-metode terbaik yang dapat digunakannya untuk sampai kepada kehidupan lebih baik. Prinsip juga bisa dikatakan sebagai pegangan.

1. Konseling bertujuan mencapai pertumbuhan yang lebih baik bagi seseorang, dan mewujudkan potensi-potensinya yang akan membawa kebaikan kepadanya dan kepada kerjasama masyarakat.
2. Proses perkembangan tegak di ataskerjasama penuh antara clien dan konselor. Dalam proses ini tidak ada paksaan dan desakan terhadap clien untuk mengerjakan aktivitas tertentu, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
3. Proses konseling memestikan pengkajian yang menyeluruh tentang clien dalam kerangka sosioekonominya dan kerangka budaya di mana ia hidup.
4. Orang-orang yang mengerjakan konseling ini haruslah orang-orang yang kita percayai sebab ia memperoleh pengetahuan tentang kehidupan orang yang diberinya konseling. Orang yang telah dilatih secara relative baik dari segi ilmiah, orang-orang yang terlatih menggunakan metode-metode pengumpulan data termasuk temu duga sampai kepada ujian psikologis, dan lain-lain lagi metode yang digunakan.

Proses konseling ini tidak akan berhasil jika tidak memenuhi syarat-syarat tertentu, di antaranya adalah bahwa pelanggan itu memiliki keinginan yang kuat untuk menghindari masalah-masalahnya, memiliki keinginan kuat untuk mengetahui potensi-potensinya dan menerima kekurangan-kekurangannya. Dalam proses konseling harus ada keinginan timbal balik antara konselor dan clien.



Seorang konselor harus memiliki berbagai aspek pribadi seperti kadar yang sesuai dari segi kecerdasan, kadar yang sesuai dari segi motivasi untuk mengerjakan tugasnya, kematangan emosi dan sosial supaya ia dapat menjalin hubungan yang sehat dengan pelanggannya.
Profession konseling itu sendiri memerlukan seseorang yang memiliki keinginan kuat untutk menolong orang lain dan sifat positif terhadap pelanggan sebagai manusia yang mempunyai nilai-nilai. Ia haruslah orang yang mempunyai rasa tanggungjawab yang besar, kesanggupan mengontrol diri, keseimbangan emosi, nilai-nilai yang teratur tanpa kelakuan (rigid), kesadaran bahwa mungkin nilai-nilainya berbeda dengan nilai-nilai orang lain. Oleh sebab itu adalah hak tiap orang untuk memegang nilai-nilainya sendiri sendiri, pengertian mendalam akan masalah-masalah dan hakikat motivasinya, kesungguhan dan kemampuan menahan berbagai tekanan, kemampuan mengerjakan tingkah laku pengobatan (therapeutic) yang sesuai, termasuklah kemempuan mengadakan hubungan professional dengan clien-clien. Juga latar belakang pendidikan yang luas, perhatian yang sungguh-sungguh terhadap psikologi, terutama cabang-cabang yang menyentuh aspek pengobatan.


Oleh : NUR HALIMAH DAN NUR AEIN
BPI SEMESTER III

Tiada ulasan:

Catat Ulasan