Ahad, 10 Oktober 2010

Landasan filosofis sosiologis ( Makalah Bimbingan Konseling )

Disusun oleh: Abdul hadi Bin Basri
ida rusma herawati

Landasan Filosofis

 Pengertian Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakinan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme
Landasan filosofis: yang berkaitan dengan makna atau hakekat pendidikan, menelaah masalah-masalah pokok seperti apakah pendidikan itu, mengapa pendidikan diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuannya, dan sebagainya.
1. Esensialisme
Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.

2. Perenialisme
Perenialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.

3. Pragmatisme dan Progresivisme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.

4. Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
Landasan Sosiologis

a. ¬Pengertian Landasan Sosiologis
Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:
1) Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain yang mempelajari :
 Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
 Hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
 Fungsi sistem pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan
 Fungsionalisasi sistem pendidikan formal dalam hubungannya dengan ras, kebudayaan,atau kelompok-kelompok dalam masyarakat
2) Hubungan kemanusiaan di sekolah yang meliputi :
 Sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah
 Pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah
3) Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya, yang mempelajari:
 Peranan sosial guru
 Sifat kepribadian guru
 Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa
 Fungsi sekolah dalam sosialisasi anak-anak
4) Sekolah dalam komunitasnya yang mempelajari pola interaksi anatara sekolah dengan kelompok sosial lainnya di dalam komunitas:
 Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi lainnya
 Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada sistem sosial komunitas kaum tidak terpelajar
 Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi kependidikan
 Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan organisasi lainnya.

Apabila filosofis diibaratkan sebagai bangunan gedung yang tidak menggunakan landasan atau fondasi yang kuat, maka ketika diterpa atau terjadi goncangan, bangunan gedung tersebut akan mudah roboh. Demikian pula halnya dengan sosiologis, apabila tidak memiliki dasar pijakan yang kuat, yang dipertaruhkan adalah manusia (peserta didik) yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri. Landasan pengembangan filosofis dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan masyarakat. Landasan pokok dalam pengembangan masyarakat adalah landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Landasan filosofis, yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan masyarakat. Asumsi-asumsi filosofis tersebut berimplikasi pada perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik. Landasan psikologis, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangka masyarakat. Landasan social budaya, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan masyarakat. Landasan filosofis dan sosiologis, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan masyarakat.

1 ulasan:

  1. bagus sekali mas tulisannya...tapi apa tidak ada sumbernya ? kok tidak di cantumkan ?

    BalasPadam